Perusahaan-perusahaan di Jepang berlomba menaikkan gaji karyawan pada 2025 akibat inflasi, kekurangan tenaga kerja, dan tekanan dari serikat pekerja.
Survei menunjukkan 61,9% perusahaan berencana menaikkan upah, dengan perusahaan besar seperti Suntory Holdings mengumumkan kenaikan hingga 7%.
Serikat pekerja menargetkan kenaikan minimal 5%, terutama untuk UKM, yang menghadapi tantangan lebih besar dalam meningkatkan upah.
Kenaikan upah ini menjadi respons terhadap ketidaksetaraan antara perusahaan besar dan UKM, serta untuk mencegah pekerja muda mencari gaji lebih tinggi di luar Jepang.
Perusahaan seperti Toyota dan Honda juga memberi kenaikan besar pada 2023. Tradisi kenaikan gaji tahunan, Shunto, yang dimulai sejak 1955, berperan penting dalam tren ini.
Namun, tantangan utama adalah memastikan UKM dapat mengikuti kenaikan gaji ini, agar konsumsi rumah tangga tidak terhambat. Jika tren ini berlanjut, Jepang berpotensi keluar dari stagnasi ekonomi.
via CNBC Indonesia