Data tahun 2018 dari PBB mencatat sebanyak 55 persen penduduk dunia hidup di wilayah urban. Sebagian besar penduduk dunia ini sudah tidak lagi bersinggungan dengan hewan liar, tetapi itu tidak menjamin manusia terbebas dari penyakit atau ancaman dari makhluk hidup lain.
Pembunuh terbesar bagi manusia bukanlah makhluk-makhluk bertubuh besar dan predator seperti singa dan hiu, melainkan makhluk-makhluk bertubuh kecil seperti cacing, lalat, dan nyamuk. Mereka menyebabkan lebih banyak kematian pada manusia.
World Atlas merangkum ada 15 hewan yang menyebabkan kematian paling banyak pada manusia.
1. Nyamuk (725.000 kematian per tahun)
Nyamuk menjadi makhluk yang menyebabkan kematian paling banyak pada manusia. Nyamuk merupakan sumber dari berbagai penyakit berbahaya seperti malaria, DBD, chikungunya, yellow fever, dan zika.
2. Manusia (475.000 kematian pertahun)
Manusia ternyata membawa kematian bagi manusia lainnya. Melalui kejadian-kejadian mematikan seperti aksi terorisme, perang, dan konflik, maka tidak mengekjutkan bila akhirnya manusia menjadi makhluk kedua yang paling banyak membawa kematian pada sesama manusia.
3. Ular (50.000 kematian per tahun)
Gigitan ular yang berbisa dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani secara langsung. Bukan hanya gigitannya, di Indonesia pernah terjadi beberapa kasus ular memakan manusia bulat-bulat.